III. MENCIPTAKAN SEKOLAH SEBAGAI
TAMAN BELAJAR YANG NYAMAN BAGI SISWA
1. Taman Belajar:
- SEKOLAH BHS YUNANI SCHOOLE YANG
ARTINYA "TAMAN". Karena itu ki Hajar Dewantoro
tidak memakai istilah sekolah tetapi taman (Taman
Siswa).
- Di taman anak-anak dapat menikmati bermain, sebaiknya di sekolah juga, mereka dapat menikmati belajar.
- Di taman anak-anak merasa senang bermain, sebaiknya di sekolah juga mereka harus merasa senang belajar.
- Mari kita jadikan SEKOLAH sebagai taman bagi anak-anak belajar, sehingga mereka bahagia, ceria dan asyik belajar karena saling menyayangi, dan penuh kasih sayang dari guru-gurunya.
2. Makna Belajar:
Belajar adalah proses mendengar, melihat, mengamati, mengerjakan dan memahami sesuatu. ( listening, seeing, watching, doing, and understanding )
Belajar adalah perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yg berupa keterampilan, sikap, kebiasaan, kecakapan dan pemahaman (Ini yg disebut perilaku). (Prof DR. Nana Sudjana )
3. Mengorkestrasi Suasana Kelas Yang Menggairahkan
dan Menyenangkan
Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan social atau suasana kelas adalah penentu psikologis utama yang mempengaruhi belajar siswa di kelas, (Walberg dan Greenberg, 1997).
Suasana kelas, keadaan ruangan, halaman, taman sekolah, komunikasi antar siswa, guru, dan civitas sekolah menunjukkan arena belajar yang mempengaruhi emosi.
4. Peran Emosi dalam Belajar:
Berorientasi kepada emosi siswa di dalam dan di luar kelas dapat membantu mempercepat dan meningkatkan hasil belajar, serta membuat pembelajaran lebih berarti dan permanent. Ingat kembali ketika kita menjadi siswa dulu, Susana yang bagaimana yang sangat kita sukai.
Menghukum badan karena jengkel, mencubit, memukul, menampar, menjitak, memelototi, menatap mata siswa tak berkedip, dampaknya sangat patal bagi siswa. HINDARI. Disamping melanggar hak-hak siswa, juga bisa jadi bahan tuntutan hukum.
Guru harus menggunakan keadaan positif anak untuk menarik mereka ke dalam pembelajaran di bidang-bidang dimana mereka dapat mengembangkan kompetensi. Di sekolah saat anak merasa bosan, mereka akan berontak dan berulah. Jika mereka dibanjiri tantangan, mereka akan mencemaskan pekerjaan sekolah. Tetapi percayalah, mereka akan belajar dengan segenap kemampuan jika mereka merasa senang, dan jika mereka merasa terlibat dalam hal tersebut.
5. Membangun lingkungan kelas untuk memanjakan emosi anak.
- Sebuah gambar lebih bermakna dari seribu kata. Alat peraga dlm belajar menjadi sesuatu yg menakjubkan.
- Belajar itu bertaraf ganda. Artinya terjadi baik secara sadar maupun tidak sadar dalam waktu yg bersamaan.
- Ketika pandangan mereka melihat dinding, sadar atau tidak sadar mereka memotret apa yang mereka lihat. Buku yang disusun rapi, gambar yang ditempel dengan serasi dengan warna-warna yang menarik. Ini semua akan mempengaruhi emosi positif siswa.
- Pandangan sekeliling akan membantu daya ingat mereka. Mereka serasa berada di tempat yang mereka merasa nyaman.
Teaching is art. Mengajar adalah seni. Karena itu tidak mungkin sterio tipe, melainkan sesuatu yang bisa dan harus diexplorasi. Guru yang kreatif dan inovatif adalah guru yang mampu menciptakan pembelajaran sebagai sesatu yang menarik bagi anak-anak didiknya, sehingga mereka senang belajar. Mereka adalah guru yang selalu memikirkan: Bagaimana menciptakan sekolah menjadi sebuah taman yang indah dan nyaman untuk belajar dengan model pembelajaran yang focus kepada siswa, disajikan dengan cara yang ramah, serta berbasis learning style / gaya belajar siswa.